Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Merasa Idap Trust Issue? Cocokkan Gejala dan Cara Mengatasinya

Apa yang kamu pikirkan tentang Trust Issue? Trust issue yaitu krisis kepercayaan yang membuat kamu sulit percaya pada orang lain, termasuk pasangan, sahabat, atau anggota keluarga. Untuk mengatasinya bisa dengan terapi perilaku kognitif atau terapi kelompok.

Merasa Idap Trust Issue? Cocokkan Gejala dan Cara Mengatasinya

Kebohongan yang diterima oleh seseorang secara terus-menerus bisa memicu krisis kepercayaan atau trust issue. Saat sering menjadi korban kebohongan, rasa percaya kamu pada orang lain pastinya  semakin menghilang seiring berputarnya waktu. Hilangnya kepercayaan tak hanya berimbas pada pelaku kebohongan saja, melainkan juga orang lain di sekitar. Lalu apa sebenarnya trust Issue? Bagaimana cara mengatasinya? Simak yuk pembahasan berikut ini.

Apa itu trust issue?

Trust Issue yaitu ketika seseorang sulit percaya orang lain. Trust Issue istilah yang digunakan ketika seseorang mempunyai tingkat kepercayaan rendah pada orang lain atau mudah bersikap curiga pada orang lain, terutama mempunyai kedekatan intim dengan orang tersebut.

Trust Issue bisa dilihat dari bermacam cara, salah satunya sulit mempercayai perkataan orang lain dan curiga bahwa orang lain mempunyai maksud tertentu, sehingga mempertanyakan niat dan motivasi orang lain. 

Selain itu, orang yang mengalami trust Issue akan mempertanyakan aktivitas, kata-kata maipy tindakan orang lain karena kurang percaya. Hal tersebut, tentunya membuat seseorang sulit untuk menjalani hubungan intim dan dekat dengan orang lain

Tanda Seseorang Mengalami Trust Issue 

Ada beberapa perilaku yang menjadi tanda seseorang mengalami krisis kepercayaan. Tanda seseorang mengalami trust Issue fenrui berbeda. Nah, berikut ini tanda-tanda-tanda seseorang mengalami trust Issue;

  1. Tidak percaya dengan omongan orang lain

Orang yang menderita trust Issue tidak mudah untuk percaya dengan perkataan orang lain. Krisis kepercayaan akan membuat seseorang dengan kondisi lebih cenderung mencari fakta dan hak yang dikatakan dari orang lain. Meskipun orang tersebut tidak berbohong, mereka akan percaya sesudah memastikannya sendiri.

  1. Selalu berpikir buruk pada orang lain

Orang yang menderita  issue akan selalu beepikiean buruk pada orang lain. Misalnya krisis kepercayaan membuat seseorang berpikiran bahwa pasangan selingkuh, padahal faktanya tidak. Pasangan kami tak ada niat untuk berselingkuh, tetapi pikiran itu terus menghantuinya. 

  1. Pencemburu dalam hubungan

Saat seseorang mengalami krisis kepercayaan maka orang tersebut menjadi mudah pencemburu. Rasa cemburu muncul dari perasaan khawatir dan curiga yang tak masuk akal mengenai kesetiaan pasangan. 

Perasaan cemburu kemudian membuat kamu menjadi berpikir tidak rasional, misalnya memeriksa handphone pasangan secara diam-diam. 

  1. Menjaga jarak dengan orang lain

Penderita trust Issue biasanya tidak mudah dekat dengan orang lain. Selain itu, membuat mereka sulit terbuka, termasuk dengan orang terdekat seperti sahabat, pasangan, dan keluarga. 

  1. Terlalu protektif pada  pasangan

Masalah kepercayaan seringkali menyebabkan penderita trust Issue bersikap protektif, entah pada diri sendiri atau pasangan. Sikap over-protective muncul karena selalu membayangkan sesuatu terburuk dalam hubungan. Selain itu, muncul  pemikiran jika orang lain berusaha untuk menipu.

  1. Merasa harus melakukan semuanya sendiri

Penderita trust issue lebih kesulitan mengandalkan orang lain untuk melakukan sesuatu. Sehingga mereka lebih memilih untuk melakukan semuanya sendiri. Hal tersebut bisa mendorong seseorang menjadi lebih perfeksionis, stress dan bekerja berlebihan.

Selain itu, bisa berdampak di lingkungan kerja. Seseorang akan sulit saat bekerja dalam tim, karena merasa kurang nyaman dengan mendelegasikan tugas atau mengandalkan orang dalam menyelesaikan pekerjaan.

  1. Menyimpan dendam

Tanda seseorang mengalami trust Issue yaitu suka menyimpan dendam dalam waktu lama. Ketika seseorang merusak kepercayaan kamu atau pernah mengecewakan maka kamu tidak pernah bisa melupakannya. 

Kamu akan selalu mengungkit, tidak pernah memaafkan atau mempercayai orang itu lagi. Tidak memberikan kesempatan kedua, sehingga kamu sering memutuskan hubungan dengan orang lain yang dirasa tak bisa diterima setelah melakukan kesalahan.

  1. Memendam semuanya sendirian

Bercerita ke orang tentunya harus memikirkan rasa nyaman dan kepercayaan. Ketika mengalami trust Issue, maka kamu lebih memilih untuk memendam semua daripada bercerita ke orang lain.

Lebih baik menceritakan perasaan pada orang lain.  Jika tidak akan berisiko karena harus memendam perasaan kamu alami atau permasalahan hidup.

  1. Sering mengalami pengkhianatan

Seseorang yang Trust Issue sangat takut dikhianati. Terkadang terlibat dalam hubungan yang tidak bisa dipercaya. Orang dengan trust Issue tanpa disadari meramal orang lain yang merusakkan kepercayaannya . Kamu seaakan berharap suatu hal buruk terjadi, misal dikhianati. Sehingga dalam bawah alam sadarnya akan mencari situasi yang mungkin bisa terjadi.

Cara Mengatasi Trust Issue

Mengatasi trust issue bukanlah hal yang gampang, tetapi bukanlah hal yang mustahil selama kamu termasuk berusaha. Nah berikut ini beberapa cara untuk mengatasi trust issue yang bisa diterapkan.

  1. Membangun kepercayaan secara perlahan

Membangun kepercayaan bisa dilakukan dengan meluangkan waktu bersama orang disekitar. Biarkan orang lain masuk ke dalam kehidupanmu. Cobalah untuk memaafkan kesalahan yang masih bisa ditolerir.

Untuk membangun kepercayaan juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar, jadi beri waktu yang cukup untuk dirimu dalam membangun kepercayaan. Kamu mungkin tidak mudah percaya orang lain sepenuhnya, tapi bisa kamu tingkatkan sedikit demi sedikit. Jadikan kepercayaan sebagai prioritas dalam hidupmu 

  1. Menjalin komunikasi

Bersikap terbuka dalam berkomunikasi sangatlah penting. Oleh karena itu, untuk mengatasi trust issue kamu bisa membicarakan pada orang lain tentang nilai yang dipegang teguh kamu dan menjelaskan tentang batasan yang ditetapkan.  

Sampaikan perasaan kamu tanpa menyalahkan orang lain, misalnya “aku merasa kecewa ketika rencana dibatalkan tiba-tiba”. Jangan katakan “kamu seenaknya membatalkan janji seenaknya”.

Sehingga kepercayaan lebih mudah dibangun ketika kamu ikut aktif dalam prosesnya. 

  1. Belajar memberi kesempatan pada orang lain untuk berubah.

Apabila kamu kehilangan kepercayaan karena kebiasaan orang lain yang sering mengecewakan, maka caranya memberikan kesempatan untuk membuktikannya.

Cobalah untuk berkomunikasi secara terbuka dan jelaskan ekspektasi yang kamu inginkan. Namun, kebiasaan yang merusak kepercayaan masih berlanjut sesudahnya, mungkin sudah waktunya mempertimbangkan kembali hubungan. 

  1. Memvalidasi perasaanmu

Ketika kamu mengalami trust issue, cobalah untuk memvalidasi perasaan. Mencari tahu, mengapa kamu tidak mempercayai seseorang. Membantu mencegah untuk mempunyai pemikiran yang salah dan bertanya pada diri sendiri apakah ketidakpercayaan kamu pada sesuatu yang berdasar. 

  1. Pertimbangkan mengikuti terapi

Melakukan terapi dengan bantuan profesional bisa membantu mengatasi trust issue. Cara tersebut yang ampuh untuk mempelajari mempercayai orang lain.

Salah satu terapi, bisa dijalani yaitu Terapi Perilaku Kognitif (CBT). Terapi tersebut, digunakan untuk mengindentifikasi faktor yang menjadi pemicu sulitnya percaya pada orang lain.

Setelah mengetahui akar permasalahannya, maka kami akan diajak mengubah pola pikir negatif menjadi penyebab trust issue, menjadi lebih realistis. Selanjutnya, terapis membantu untuk kembali mempunyai kepercayaan hubungan, kehidupanmu.

Selain itu ada terapi yang bisa kamu lakukan juga, seperti terapi kelompok dengan orang yang mempunyai kondisi serupa. Berbagi tentang masalah kepercayaan yang ada di pikiran dan belajar kembali mempercayai orang lain. 

Krisis kepercayaan yaitu kondisi yang terjadi ketika kamu merasa sulit bahkan sama sekali tak percaya pada orang lain, meliputi orang terdekat seperti sahabat, pasangan, dan anggota keluarga. Kondisi tersebut, dipicu oleh pengalaman buruk disakiti atau dikhianati oleh orang lain.


Demikianlah penjelasan mengenai trust issue. Apabila kamu merasakan tanda-tanda trust issue, segera berkonsultasi dengan psikolog maupun psikiater.

Posting Komentar untuk "Merasa Idap Trust Issue? Cocokkan Gejala dan Cara Mengatasinya"